Senin, 13 Februari 2017

NELTCE NELLY KAMBU, S.PAK, Mama Papua berjiwa baja - Inspirasi Wanita Berkelas Dunia

NELTJE NELLY KAMBU, S.PAK, 
Mama Papua berjiwa  baja - Inspirasi Wanita Berkelas Dunia dari Negeri Matahari Terbit


         
      Sosok mama Papua setengah baya yang  penuh semangat, dihiasi senyum dan sangat berprinsip dalam  pandangan-pandangan berhikmat demi manusia yang lain itu sangat menginspirasi saya.
        Ketika bertemu di Pesawat Sriwijaya Air, siang tadi, mama Papua ini begitu santun kepada setiap orang yang menyapanya. Ketika bercertitera dengan mama  dia  berkata, bahwa dia selalu berkata kepada setiap orang Papua terutama didalam forum - forum resmi bahwa, J.F. Kamma pernah berkata "Celakalah bagi setiap bangsa yang selalu fokus memperhatikan kaum lelaki dan mengabaikan kaum perempuan, sebab bangsanya akan runtuh". 
       Mama Neltce Kambu atau sering disapa Ibu Nibaely,  menasehati saya bahwa "anak..! mama itu senang dengan anak-anak yang punya kemampuan intelektual", sembari menasehati mama menceriterakan betapa sukarnya pendidikan mereka dulu.
      Mama dididik oleh tiga sistem pendidikan dari tiga negara yang berbeda, yaitu ketika VVS dari pemerintah Belanda, mama bersekolah di Teminabuan, kemudian pendaratan tentara payung  mama dorang lari jalan kaki ikut jalan setapak pulang ke kampung Arus, tapi masuk hutan, dan bermalam di hutan. Kemudian mama masuk ikut pendidikan sistem dari Jepang, tetapi tidak lama, kemudian Indonesia masuk. Di masa-masa itu penuh dengan gejolak politik, suasana yang begitu heroik tetapi mama tetap punya mimpi untuk menjadi manusia, dan ketika selesai PEPERA, mama kembali cek semua surat-surat dan ijazah yang mama punya dan mama mendaftar di sekolah perawat lalu mama menyelesaikan pendidikan perawat setelah itu mama lamar kerja menjadi suster di Teminabuan.
      masa-masa kerja yang penuh keterbatasan tetapi mama punya prinsip bahwa "pekerjaan yang sudah diberikan ini adalah anugerah, dan tidak jatuh dari langit ke bumi secara mendadak tetapi melalui proses yang lama, dan saya harus menjalaninya, dan yang lebih mulia dari pekerjaan perawat adalah untuk menyelamatkan nyawa manusia". Mungkin banyak orang  tidak begitu betah menjadi pegawai sehingga cepat-cepat ingin meninggalkannya kemudian mencalonkan diri sebagai kandidat dalam dunia politik, tapi mama mau sampaikan bahwa menjadi pegawai itu panggilan yang harus kita jalani dengan baik, karena dengan kita jalani dengan baik dan melayani masyarakat dengan baik, TUHAN pasti memperhitungkan perbuatan kita tersebut dan akan mengangkat kita sesuai dengan pergumulan kita.
       lihat mama, ketika mama tekun menjalani tugas sebagai perawat sampai pensiun, kemudian mama coba mencalonkan diri sebagai anggota DPRD di Kabupaten Sorong Selatan, ternyata mama diberi ijin oleh TUHAN untuk dapat sebagai anggota DPRD di Sorong Selatan, bahkan menjadi ketua pada satu komisi. Kemudian ketika mama daftar ke MRP di Provinsi Papua Barat, mama juga dapat dan sekarang menjadi anggota MRP Papua Barat.
      Semua TUHAN sediakan untuk mama karena mama telah setia dalam semua tugas yang dipercayakan oleh TUHAN dahulu, dan mama punya motto adalah  3 S (Santai, Serius, Sukses), artinya santai berarti tidak melihat segala sesuatu itu dengan beban, tetapi tetap serius dalam melaksanakannya dengan satu tujuan yaitu sukses. Inilah alasan mengapa saya menjuluki mama Neltje Nelly Kambu sebagai mama Papua yang berjiwa baja.
      Mama selalu memberikan apa yang harus diberikan kepada anak-anaknya, walaupun mereka sudah bekerja masing-masing sebagai orang-orang besar dalam jabatan mereka namun mama tetap setia memberi. Kadang anak-anak mama merasa bahwa  semestinya di umur-umur sekarang mama sudah tidak memberi perhatian kepada mereka tetapi sebaliknya anak-anaklah yang memberikan perhatian kepada mama, tetapi mama menyampaikan kepada anak-anaknya dengan lantunan lagu:
Kasih ibu kepada saya
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi tak harap kembali
Bagi sang surya menyinari dunia

Prinsip mama adalah selalu memberi tak mengharapkan untuk kembali tapi ada orang yang sedang mencatat di sorga.

Saya sangat kagum dengan pemikiran mama Papua yang satu ini. 
(13 Feberuari 2017 - doc. by. Hamah Sagrim)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar