NELTJE NELLY KAMBU,
S.PAK,
Mama Papua berjiwa baja - Inspirasi Wanita Berkelas Dunia dari Negeri Matahari Terbit
Sosok mama Papua setengah baya
yang penuh semangat, dihiasi senyum dan
sangat berprinsip dalam
pandangan-pandangan berhikmat demi manusia yang lain itu sangat
menginspirasi saya.
Ketika bertemu di Pesawat Sriwijaya
Air, siang tadi, mama Papua ini begitu santun kepada setiap orang yang
menyapanya. Ketika bercertitera dengan mama
dia berkata, bahwa dia selalu
berkata kepada setiap orang Papua terutama didalam forum - forum resmi bahwa,
J.F. Kamma pernah berkata "Celakalah bagi setiap bangsa yang selalu fokus
memperhatikan kaum lelaki dan mengabaikan kaum perempuan, sebab bangsanya akan
runtuh".
Mama Neltce Kambu atau sering disapa Ibu
Nibaely, menasehati saya bahwa
"anak..! mama itu senang dengan anak-anak yang punya kemampuan
intelektual", sembari menasehati mama menceriterakan betapa sukarnya
pendidikan mereka dulu.
Mama dididik oleh tiga sistem pendidikan
dari tiga negara yang berbeda, yaitu ketika VVS dari pemerintah Belanda, mama
bersekolah di Teminabuan, kemudian pendaratan tentara payung mama dorang lari jalan kaki ikut jalan
setapak pulang ke kampung Arus, tapi masuk hutan, dan bermalam di hutan.
Kemudian mama masuk ikut pendidikan sistem dari Jepang, tetapi tidak lama,
kemudian Indonesia masuk. Di masa-masa itu penuh dengan gejolak politik,
suasana yang begitu heroik tetapi mama tetap punya mimpi untuk menjadi manusia,
dan ketika selesai PEPERA, mama kembali cek semua surat-surat dan ijazah yang
mama punya dan mama mendaftar di sekolah perawat lalu mama menyelesaikan
pendidikan perawat setelah itu mama lamar kerja menjadi suster di Teminabuan.
masa-masa kerja yang penuh keterbatasan
tetapi mama punya prinsip bahwa "pekerjaan yang
sudah diberikan ini adalah anugerah, dan tidak jatuh dari langit ke bumi secara
mendadak tetapi melalui proses yang lama, dan saya harus menjalaninya, dan yang
lebih mulia dari pekerjaan perawat adalah untuk menyelamatkan nyawa manusia".
Mungkin banyak orang tidak begitu betah
menjadi pegawai sehingga cepat-cepat ingin meninggalkannya kemudian mencalonkan
diri sebagai kandidat dalam dunia politik, tapi mama mau sampaikan bahwa
menjadi pegawai itu panggilan yang harus kita jalani dengan baik, karena dengan
kita jalani dengan baik dan melayani masyarakat dengan baik, TUHAN pasti
memperhitungkan perbuatan kita tersebut dan akan mengangkat kita sesuai dengan
pergumulan kita.
lihat mama, ketika mama tekun menjalani
tugas sebagai perawat sampai pensiun, kemudian mama coba mencalonkan diri
sebagai anggota DPRD di Kabupaten Sorong Selatan, ternyata mama diberi ijin
oleh TUHAN untuk dapat sebagai anggota DPRD di Sorong Selatan, bahkan menjadi
ketua pada satu komisi. Kemudian ketika mama daftar ke MRP di Provinsi Papua
Barat, mama juga dapat dan sekarang menjadi anggota MRP Papua Barat.
Semua TUHAN sediakan untuk mama karena
mama telah setia dalam semua tugas yang dipercayakan oleh TUHAN dahulu, dan
mama punya motto adalah 3 S (Santai,
Serius, Sukses), artinya santai berarti tidak melihat segala sesuatu itu dengan
beban, tetapi tetap serius dalam melaksanakannya dengan satu tujuan yaitu
sukses. Inilah alasan mengapa saya menjuluki mama Neltje Nelly Kambu sebagai
mama Papua yang berjiwa baja.
Mama selalu memberikan apa yang harus
diberikan kepada anak-anaknya, walaupun mereka sudah bekerja masing-masing
sebagai orang-orang besar dalam jabatan mereka namun mama tetap setia memberi.
Kadang anak-anak mama merasa bahwa
semestinya di umur-umur sekarang mama sudah tidak memberi perhatian
kepada mereka tetapi sebaliknya anak-anaklah yang memberikan perhatian kepada
mama, tetapi mama menyampaikan kepada anak-anaknya dengan lantunan lagu:
Kasih
ibu kepada saya
Tak
terhingga sepanjang masa
Hanya
memberi tak harap kembali
Bagi
sang surya menyinari dunia
Prinsip mama adalah
selalu memberi tak mengharapkan untuk kembali tapi ada orang yang sedang
mencatat di sorga.
Saya sangat kagum
dengan pemikiran mama Papua yang satu ini.
(13 Feberuari 2017 - doc. by. Hamah Sagrim)
(13 Feberuari 2017 - doc. by. Hamah Sagrim)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar